MARKET NEWS
- 11/09/26 - 15:04MIND ID PERLUAS PEMANFAATAN AI DI RANTAI NILAI PERTAMBANGAN
- 11/09/26 - 14:58PEMERINTAH SIAPKAN HILIRISASI KAKAO DAN PEREMAJAAN KEBUN PETANI
- 11/09/26 - 14:43PTP NONPETIKEMAS CATAT KINERJA POSITIF PADA BULAN JULI 2026
- 11/09/26 - 14:27AIRNAV INDONESIA RAIH TOP GRC AWARDS 2026
- 11/09/26 - 14:25KAMPUS DAN SMK KEMENPERIN UKIR PRESTASI GLOBAL
- 11/09/26 - 14:17ASABRI-KEMENKEU INTEGRASI LAYANAN PEMBAYARAN PENSIUN LEBIH AKUNTABEL
- 11/09/26 - 14:14BANDARA INJOURNEY AIRPORTS KEMBALI BEROPERASI PENUH PASCA ERUPSI GAK
- 11/09/26 - 14:06BPJPH: PEMASTIAN STATUS HALAL DILAKUKAN LEWAT PENDEKATAN KETELUSURAN
- 11/09/26 - 13:56INALUM RAIH OUTLOOK STABIL, PASTIKAN JAGA KINERJA BERKELANJUTAN
- 11/09/26 - 13:46EKONOM NILAI PASOKAN DAN DISTRIBUSI PANGAN KUNCI KENDALIKAN INFLASI
POLL HARI INIIHSG pekan depan naik atau turun?
0 suara hari ini
MARKET NEWS
KEMENTERIAN PKP DAN TIONGKOK PERKUAT KERJA SAMA TEKNOLOGI PERUMAHAN.
IQPlus, (11/9) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Tiongkok siap memperkuat kerja sama teknologi di bidang perumahan untuk mendukung penyediaan hunian yang aman, layak dan terjangkau bagi masyarakat.Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, kerja sama dengan Tiongkok akan dibangun berdasarkan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, serta memberikan dampak positif bagi kedua negara.
"Ini kita tindak lanjuti pertemuan sekitar dua bulan lalu. Kita membicarakan kerja sama di bidang perumahan dengan prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi kedua negara," ujar Maruarar atau disapa Ara dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dirinya menegaskan, sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, pihak Tiongkok terlebih dahulu akan mempelajari kondisi lahan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Setelah itu, teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan pembangunan akan ditentukan bersama.
"Sesudah pihak Tiongkok mempelajari lahan dan regulasi, baru kita tentukan teknologi apa yang cocok," katanya.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian PKP mendorong agar pengembangan perumahan turut memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta melibatkan produk dan tenaga kerja Indonesia.
"Kalau ada produk-produk dari Indonesia yang sesuai dengan kualifikasi, akan didahulukan produk Indonesia. Begitu juga dengan tenaga kerja," ujar Ara. (end/ant)
POLL HARI INIBI Rate bulan depan?
0 suara hari ini
MARKET SUMMARY
last updated : 2026-09-11 14:58:00
more
last updated : 2026-09-11 15:08:00
more
last updated : 2026-09-11 15:08:00
more
last updated : 2026-09-11 15:08:00
more

