MARKET NEWS
- 14/09/26 - 16:30SUAHASIL PASTIKAN DEFISIT APBN TERJAGA DI BAWAH 3 PERSEN
- 14/09/26 - 16:20IHSG SESI II DITUTUP MELEMAH 6,6 POIN DI LEVEL 6.534
- 14/09/26 - 16:18SUAHASIL : PRABOWO MINTA KESEHATAN DAN KREDIBILITAS APBN DIJAGA
- 14/09/26 - 16:12PROFIL SUAHASIL NAZARA MENKEU PENGGANTI PURBAYA
- 14/09/26 - 16:10PEMERINTAH BENAHI PENATAAN KAWASAN KUMUH DENGAN TERINTEGRASI
- 14/09/26 - 16:08MENHAJ BERHARAP SUDAH ADA KESEPAKATAN BIAYA HAJI PADA PEKAN DEPAN
- 14/09/26 - 15:59SUAHASIL NAZARA DITUNJUK JADI MENKEU GANTIKAN PURBAYA
- 14/09/26 - 15:46SAHAM-SAHAM AI GLOBAL TURUN USAI USULAN PERLAMBATAN PENGEMBANGAN
- 14/09/26 - 15:37PURBAYA SIAPKAN SKEMA PEMBIAYAAN PEMDA LEWAT SMI
- 14/09/26 - 15:31BPK PERIKSA TATA KELOLA SEKTOR NIKEL DI SULAWESI TENGAH
POLL HARI INIBesok IHSG menurut kamu?
0 suara hari ini
MARKET NEWS
WAMEN INVESTASI : PUSAT PENGEMBANGAN BIOETANOL PERKUAT KETAHANAN ENERGI.
IQPlus, (14/9) - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan keberadaan pembangunan pusat pengembangan bioetanol atau bioethanol development center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menjadi upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi."Hari ini bila berbicara terkait ketahanan energi, hilirisasi, transisi energi atau bauran energi dan ketahanan ekonomi. Dan, dengan konteks bioetanol ini atau solar (B50), negara kita sebagai penghasil crude palm oil dengan luas sawit terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar," ujar Todotua, dalam keterangannya yang diterima di Bandarlampung, Lampung, Senin.
Ia mengatakan bahan baku serta sumber daya pengembangan bioetanol sangat berlimpah, dan perlu peran institusi terkait dalam mengelola serta memberdayakan.
"Berbagai riset dan otomotif menyebutkan di Jepang, sorgum ini jadi bahan baku yang unggul sekali dan sangat ekonomis, sehingga saya langsung ke lokasi meninjaunya," ucap dia.
Dia melanjutkan pemerintah pun akan melakukan pengembangan sorgum sebagai salah satu bahan baku pembuatan bioetanol agar segera diterapkan di Indonesia.
"Ternyata, sejak awal riset di Lampung ini bisa dikembangkan. Dan basis utama yang jadi perimbangan pengembangan ini adalah saat ini penggunaan bensin nasional sebanyak 36 juta kilo liter per tahun, jadi sudah sangat diperlukan pengembangan etanol," katanya.
Menurut dia, melalui pengembangan bioetanol, maka akan membentuk ekosistem yang mempertemukan pertanian, industri, teknologi, investasi, dan masyarakat dalam satu rantai ekonomi berbasis energi terbarukan.
"Lampung memiliki 430 ribu KL, dengan strategi utama reaktivitas, sinergi dengan PTPN, pengembangan sorgum terintegrasi generasi pertama (1G), dan generasi kedua (2G), pilot bioethanol development center atau pusat pengembangan percontohan biomassa, hilirisasi singkong, hilirisasi jagung serta konversi pabrik maka bisa mendukung ketahanan energi," ujar dia.
Melalui pengembangan bioethanol development center di Lampung tepatnya di Masgar, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, juga menjadi upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan Astacita Presiden.
Dalam pelaksanaan peluncuran bioethanol development center di Lampung, tiga kegiatan dimulai sekaligus, pertama yakni penandatanganan nota kesepahaman para pihak, kedua penanaman simbolis sorgum, serta pembangunan pabrik seluas 10 hektare dari target 20 hektare di Tegineneng, Pesawaran.
Peluncuran bioethanol development center di Lampung tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penandatanganan joint declaration in estabilishing bioetanol ecosystem development in Lampung Province.
Kegiatan dilaksanakan dengan kolaborasi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Pemerintah Provinsi Lampung, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. (end/ant)
POLL HARI INITertarik berlangganan IQPlus?
0 suara hari ini
MARKET SUMMARY
last updated : 2026-09-14 16:20:00
more
last updated : 2026-09-14 16:30:00
more
last updated : 2026-09-14 16:30:00
more
last updated : 2026-09-14 16:30:00
more

