MARKET NEWS
- 14/09/26 - 11:44BANK SENTRAL TAIWAN DIPERKIRAKAN PERTAHANKAN SUKU BUNGA
- 14/09/26 - 11:40PRESIDEN PRABOWO DORONG BRICS WUJUDKAN PEMBANGUNAN GLOBAL YANG TANGGUH
- 14/09/26 - 11:36LALU LINTAS SELAT HORMUZ AKHIR PEKAN TURUN
- 14/09/26 - 11:30LRT JABODEBEK TARGETKAN LAYANI 30 JUTA LEBIH PENUMPANG AKHIR TAHUN
- 14/09/26 - 11:05BRANTAS ABIPRAYA KOMITMEN PERKUAT TATA KELOLA ORGANISASI
- 14/09/26 - 10:38EKONOM SEBUT KEANGGOTAAN DI BRICS PERKUAT PEREKONOMIAN NASIONAL
- 14/09/26 - 10:27AIRLANGGA : TEKNOLOGI HARUS BUKA AKSES PEMBANGUNAN MASYARAKAT RENTAN
- 14/09/26 - 10:12SGX BERSIAP TAWARKAN PERPETUAL MATA UANG KRIPTO KE LEMBAGA AS
- 14/09/26 - 09:56BULOG PERCEPAT DAN MASIFKAN BANTUAN PANGAN UNTUK 33,2 JUTA PENERIMA
- 14/09/26 - 09:42NILAI TUKAR RUPIAH MELEMAH TERHADAP DOLAR AS
POLL HARI INIBesok IHSG menurut kamu?
0 suara hari ini
MARKET NEWS
HARGA MINYAK NAIK LEBIH DARI 2% HARI SENIN.
IQPlus, (14/9) - Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada hari Senin, setelah serangan baru Houthi di Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk memperparah kekhawatiran pasokan menyusul penutupan jalur pipa minyak utama Saudi.Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik $2,90, atau 2,77%, menjadi $107,51 per barel pada pukul 2313 GMT. Kontrak berjangka WTI naik $2,27, atau 2,27%, menjadi $102,32 per barel. Harga awalnya naik lebih dari 3% pada pembukaan pasar.
Media pemerintah Arab Saudi pada hari Minggu merilis rekaman video kerusakan pada rumah-rumah dan sebuah masjid akibat apa yang mereka sebut sebagai serangan Houthi di provinsi Jazan selatan negara itu. Kelompok Houthi mengatakan mereka juga telah menyerang pangkalan militer Saudi di provinsi tetangga.
Sebuah kapal di Selat Hormuz terkena proyektil, menyebabkan kebakaran dan memaksa awak kapal untuk dievakuasi, kata badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, pada hari Minggu.
Iran mengatakan satu orang tewas dan empat awak kapal terluka di atas kapal komersial Iran yang terkena serangan di lepas pantainya.
Harga minyak diperkirakan akan naik pada hari Senin di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko pasokan dari Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, yang jalur pipa minyak Timur-Baratnya ditutup pada hari Jumat oleh serangan pesawat tak berawak yang berasal dari Irak.
Hilangnya jalur pipa tersebut, yang membantu Arab Saudi mengalihkan ekspornya untuk menghindari Selat Hormuz, mengancam hingga 4% pasokan minyak global.
Sementara itu, kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran telah mencapai pulau Perim yang strategis pada hari Jumat, bergerak untuk memperketat kendali mereka atas Selat Bab el-Mandeb, jalur transit minyak utama lainnya yang telah mengirimkan 4-5% pasokan global dalam beberapa bulan terakhir.
Harga minyak melonjak 8% lebih tinggi dalam seminggu karena gangguan tersebut, naik di atas $100 untuk pertama kalinya sejak Juli.
"Ke depan, kecuali pembicaraan minggu ini di Oman menghasilkan sesuatu yang operasional atau pipa Timur-Barat diaktifkan kembali dengan cepat risikonya adalah minyak mentah terus memperpanjang kenaikannya menuju level tertinggi $119,48 pada awal Maret," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan pada hari Minggu.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pada hari Minggu bahwa pertemuan yang dijadwalkan pada hari Senin di Oman antara negara-negara Teluk dan Iran untuk membahas Selat Hormuz telah ditunda. (end/Reuters)
POLL HARI INITertarik berlangganan IQPlus?
0 suara hari ini
MARKET SUMMARY
last updated : 2026-09-14 11:52:00
more
last updated : 2026-09-14 12:02:00
more
last updated : 2026-09-14 12:02:00
more
last updated : 2026-09-14 12:02:00
more

