MARKET NEWS | IQPLUS NEWS

MARKET NEWS


more

POLL HARI INISektor paling menarik minggu ini?
BANK 0% (0)
ENERGI 0% (0)
KONSUMER 0% (0)
INFRA 0% (0)
TECH 0% (0)

0 suara hari ini

EKONOM : STABILISASI RUPIAH TIDAK HARUS SELALU ANDALKAN KENAIKAN BUNGA x| IQPLUS NEWS

MARKET NEWS

Tuesday 22/Sep/2026 at 09:53

EKONOM : STABILISASI RUPIAH TIDAK HARUS SELALU ANDALKAN KENAIKAN BUNGA.

IQPlus, (22/9) - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menyatakan stabilisasi nilai tukar rupiah tidak harus selalu mengandalkan kenaikan suku bunga karena berbagai instrumen masih dapat dioptimalkan di tengah tingginya yield global dan harga minyak serta ketidakpastian moneter global.

Beberapa instrumen yang dinilai bisa dioptimalkan Bank Indonesia (BI) meliputi instrumen FX swap, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta pengelolaan likuiditas dan arus modal asing.

"Tidak semua masalah rupiah harus dibayar dengan suku bunga yang lebih mahal bagi seluruh perekonomian. Kalau sumber tekanannya terutama berasal dari global yield, minyak dan tingginya risiko valuta asing, instrumennya juga harus lebih spesifik terhadap sumber masalah tersebut," kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Fakhrul menjelaskan BI sebenarnya telah bergerak ke arah tersebut. Pada Agustus 2026, BI mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen sekaligus memperluas insentif pengurangan premi FX swap sebesar 12,5 persen, dari sebelumnya hanya untuk portfolio inflows menjadi juga mencakup pinjaman luar negeri perbankan dan FDI.

"BI mulai memisahkan harga uang, harga risiko valuta asing dan ketersediaan likuiditas domestik. Tidak semua persoalan harus diselesaikan melalui BI-Rate," kata dia.

Untuk Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September ini, Fakhrul mengekspektasikan BI-Rate tetap bertahan pada level 5,75 persen.

Lebih lanjut, Fakhrul melihat pengalaman India tahun ini sebagai eksperimen penting. Reserve Bank of India (RBI) menggunakan fasilitas swap konsesional untuk menarik pendanaan valuta asing baru dengan memberikan terms hedging yang sangat menarik dan dalam window waktu tertentu.

Langkah ini mendapat respons positif, ditandai dengan keberhasilan India menarik 143,6 miliar dolar AS FX inflows melalui concessional swap facility berdasarkan data per 18 September 2026.

Namun, keberhasilan tersebut juga menimbulkan surplus likuiditas domestik sehingga RBI kemudian harus melakukan operasi penyerapan likuiditas.

"India menunjukkan bahwa bank sentral bukan hanya dapat memengaruhi harga uang, tetapi juga harga risiko valuta asing dan waktu masuknya modal. Investor yang menunggu memperoleh lebih banyak informasi, tetapi kalau fasilitasnya temporer, menunggu juga berarti kehilangan insentif. Waiting itself begins to have a price," jelas Fakhrul.

Belajar dari pengalaman tersebut, menurut Fakhrul, Indonesia tidak perlu menyalin kebijakan India secara utuh. Ia memandang, BI dapat mempertimbangkan peningkatan sementara atas fasilitas hedging yang sudah ada, khusus untuk fresh money dengan karakteristik tertentu.

Fasilitas tersebut harus temporary, capped, dan duration-sensitive. Pendanaan luar negeri perbankan jangka panjang, parent-bank funding, FDI, serta portfolio inflows berjangka panjang dapat memperoleh insentif lebih besar dibandingkan modal jangka pendek.

"Prinsipnya sederhana: semakin lama modal bersedia tinggal di Indonesia, semakin besar currency-risk intermediation yang dapat diberikan BI. Desainnya bisa berupa short entry window, longer holding incentive, dan staggered exit," kata Fakhrul.

Menurut dia, hal tersebut penting agar kebijakan tidak sekadar memindahkan persoalan dari hari ini ke masa depan. Jika investor masuk saat fasilitas dibuka tetapi keluar bersamaan setelah fasilitas berakhir, Indonesia hanya menciptakan potensi tekanan valuta asing pada periode berikutnya.

Namun, ia mengingatkan pengalaman India juga menunjukkan bahwa kebijakan semacam ini dapat menimbulkan konsekuensi ketika respons pasar terlalu besar. (end/ant)






POLL HARI INIMarket hari ini menurut kamu?
BULLISH 0% (0)
SIDEWAYS 0% (0)
BEARISH 0% (0)

0 suara hari ini

MARKET SUMMARY

last updated : 2026-09-23 13:00:00more
Name Last Chg % Chg
ABX 3,352.11 -50.96 -1.50
BISNIS-27 455.53 1.03 0.23
COMPOSITE 6,317.46 40.42 0.64
DBX 3,061.72 29.00 0.96
ECONOMIC30 92.44 0.22 0.23
ESGQKEHATI 109.13 0.00 0.00
ESGSKEHATI 110.23 0.05 0.05
I-GRADE 166.54 0.56 0.33
IDX30 367.93 0.77 0.21
IDX80 99.04 0.40 0.40
IDXBASIC 1,817.52 13.57 0.75
IDXBUMN20 333.16 -0.07 -0.02
IDXCYCLIC 1,005.93 19.04 1.93
IDXENERGY 3,435.02 28.75 0.84
IDXESGL 115.04 0.09 0.07
IDXFINANCE 1,404.17 1.71 0.12
IDXG30 126.18 0.21 0.17
IDXHEALTH 1,547.60 16.85 1.10
IDXHIDIV20 454.12 -0.35 -0.08
IDXINDUST 1,709.21 0.61 0.04
IDXINFRA 1,919.68 9.19 0.48
IDXLQ45LCL 94.71 0.11 0.11
IDXMESBUMN 80.40 -0.02 -0.02
IDXNONCYC 724.49 2.93 0.41
IDXPROPERT 841.47 2.10 0.25
IDXQ30 117.49 -0.02 -0.02
IDXSHAGROW 97.93 0.87 0.90
IDXSMC-COM 422.14 2.55 0.61
IDXSMC-LIQ 324.58 1.71 0.53
IDXTECHNO 7,091.21 10.22 0.14
IDXTRANS 1,843.41 18.23 1.00
IDXV30 126.11 0.14 0.11
IDXVESTA28 141.55 0.46 0.32
INFOBANK15 889.40 -1.38 -0.15
INVESTOR33 356.44 -0.02 0.00
ISSI 217.94 1.53 0.71
JII 376.66 2.71 0.72
JII70 156.14 0.89 0.58
KOMPAS100 869.19 3.34 0.39
LQ45 628.78 3.17 0.51
MBX 1,579.88 9.51 0.61
MNC36 287.52 0.66 0.23
PRIMBANK10 163.57 -0.18 -0.11
SMINFRA18 244.61 0.98 0.40
SRI-KEHATI 319.87 -0.45 -0.14
Name Last Chg %Chg
ASIA
IHSG 6,317.46 40.42 0.64
Hangseng Index 24,857.74 -230.01 -0.92
Kuala Lumpur Stock Exchange 1,683.54 0.04 0.00
Kospi200 1,121.00 7.70 0.69
Korea Composite 7,049.77 31.86 0.45
Nikkei 225 Osaka 65,018.95 0.00 0.00
Shanghai Composite 3,939.39 -12.74 -0.32
Shenzhen Composite 2,527.28 -11.36 -0.45
Thailand Stock Exchange 1,610.83 6.39 0.40
Straits Times Singapore 5,729.52 5.76 0.10
ASX200 8,952.00 1.00 0.01
All Ordinaries Australia 8,849.30 0.00 0.00
SP/ASX200 9,155.80 -13.10 -0.14
Philippine Stock Exchange 5,814.56 0.00 0.00
Taiwan Stock Exchange 48,157.29 357.12 0.75
EROPA
CAC 40 Paris 8,154.91 15.97 0.20
DAX Frankfurt 25,578.85 3.84 0.02
FTSE 100 London 10,708.33 -30.68 -0.29
US
Dow Jones Industrial Average 51,863.69 -185.14 -0.36
S&P 500 7,764.84 0.14 0.00
Nasdaq Composite 27,244.28 122.19 0.45
Dow Jones Futures 52,312.00 33.00 0.06
New York Stock Exchange 17,188.46 -250.18 -1.43
last updated : 2026-09-23 13:00:00
more

Name Last Chg % Chg
Dolar Australia / Rupiah 12,627.00 -43.36 -0.34
Dolar Australia / USD 0.71 0.00 -0.08
Yuan China / Rupiah 2,650.98 -9.84 -0.37
Euro / Rupiah 20,317.64 -87.53 -0.43
Euro / USD 1.14 0.00 -0.17
Pound Sterling / Rupiah 23,673.18 -114.72 -0.48
Pound Sterling / USD 1.33 0.00 -0.22
Dolar Hong Kong / Rupiah 2,267.01 -5.87 -0.26
Yen / Rupiah 112.79 -0.43 -0.38
Won Korea / Rupiah 13.12 -0.02 -0.11
Ringgit Malaysia / Rupiah 4,359.40 -13.42 -0.31
Dolar Selandia Baru / Rupiah 10,146.41 -58.34 -0.57
Dolar Selandia Baru / USD 0.57 0.00 -0.31
Riyal Saudi / Rupiah 4,734.17 -12.37 -0.26
Dolar Singapura / Rupiah 13,932.46 -47.00 -0.34
last updated : 2026-09-23 13:00:00
more
Name Last Chg % Chg
Cocoa Nybot 5,419.00 68.00 1.27
Corn Cybot 533.00 -3.75 -0.70
CPO KLCE 4,739.00 -71.00 -1.48
Light Crude Oil NYM 89.32 -1.20 -1.33
Brent Crude 98.53 -0.72 -0.73
Aluminum 3M 3,250.50 -15.00 -0.46
Copper 3M 14,672.00 -77.00 -0.52
Nickel 3M 16,590.00 -42.00 -0.25
Lead 3M 1,924.50 -12.00 -0.62
Tin 3M 54,010.00 -204.00 -0.38
Zinc 3M 3,886.50 -24.00 -0.61
Loco London Gold 4,334.60 -25.60 -0.59
Loco London Silver 66.33 -0.72 -1.08
Natural Gas 3.02 0.06 1.89
Emas Rupiah 2,478,451.75 -21,027.64 -0.84
last updated : 2026-09-23 13:00:00
more