MARKET NEWS
- 14/09/26 - 14:28KEMENDAG : DISTRIBUSI MINYAKITA KE INDONESIA TIMUR JADI FOKUS UTAMA
- 14/09/26 - 14:19PURBAYA MINTA PEMDA TIDAK TERLALU BANYAK SIMPAN UANG DI BANK
- 14/09/26 - 14:15MAS : PENERBITAN OBLIGASI SINGAPURA CATAT REKOR DI 2025
- 14/09/26 - 14:01CHINA NAIKKAN HARGA BENSIN DAN SOLAR
- 14/09/26 - 13:50PURBAYA SIAPKAN Rp31,1 TRILIUN UNTUK PEMBIAYAAN PENGALIHAN STATUS PPPK
- 14/09/26 - 13:40KEMENTERIAN UMKM SIAP FASILITASI PENGUSAHA LAUNDRY AKSES KUR
- 14/09/26 - 13:31ESDM PERKUAT NZMATES UNTUK ENERGI TERBARUKAN DI MALUKU
- 14/09/26 - 13:23BPS : HARGA DAGING AYAM, TELUR HINGGA BERAS ALAMI KENAIKAN
- 14/09/26 - 13:15KEMENDAG PASTIKAN TAKARAN LPG 3 KG SESUAI STANDAR DI PADALARANG
- 14/09/26 - 13:03HARGA EMAS TURUN SENIN SIANG INI
POLL HARI INIBesok IHSG menurut kamu?
0 suara hari ini
MARKET NEWS
ESDM PERKUAT NZMATES UNTUK ENERGI TERBARUKAN DI MALUKU.
IQPlus, (14/9) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat pelaksanaan program New Zealand-Maluku Renewable Energy for Sustainable Energy (NZMATES) untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus meningkatkan akses listrik masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof Eniya Listiani Dewi di Ambon, Senin mengatakan kerja sama Indonesia dan Selandia Baru dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya di Maluku, telah berjalan selama lima tahun dan kini memasuki fase kedua.
"Selama ini, kita sudah membangun kerja sama yang erat dengan Pemerintah Selandia Baru. Lima tahun lalu, kerja sama antara Pemerintah Selandia Baru dan Indonesia sudah dimulai, khususnya dengan fokus di wilayah Maluku," katanya.
Menurut Eniya, pengembangan energi terbarukan di Maluku menjadi penting karena karakter wilayah yang didominasi kepulauan dan memiliki banyak pulau kecil. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan dalam penyediaan listrik yang andal sekaligus efisien.
Salah satu hasil kerja sama tersebut terlihat di Pulau Tiga. Sebelum dilakukan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), masyarakat setempat mengandalkan mesin diesel dan hanya memperoleh pasokan listrik sekitar enam jam per hari.
Melalui kerja sama pemerintah Indonesia, Selandia Baru, dan PT PLN (Persero), kapasitas PLTS di wilayah tersebut diperbesar dan direvitalisasi sehingga mampu mendukung pasokan listrik selama 24 jam sejak 2024. (end/ant)
POLL HARI INITertarik berlangganan IQPlus?
0 suara hari ini
MARKET SUMMARY
last updated : 2026-09-14 14:26:00
more
last updated : 2026-09-14 14:36:00
more
last updated : 2026-09-14 14:36:00
more
last updated : 2026-09-14 14:36:00
more

