MARKET NEWS
- 14/09/26 - 14:56TRUMP DESAK UKRAINA BERHENTI "HANCURKAN" KILANG MINYAK RUSIA
- 14/09/26 - 14:50PERTAMINA TAMBAH SPBU MODULAR DI CPI UNTUK URAI ANTREAN BBM MAKASSAR
- 14/09/26 - 14:28KEMENDAG : DISTRIBUSI MINYAKITA KE INDONESIA TIMUR JADI FOKUS UTAMA
- 14/09/26 - 14:19PURBAYA MINTA PEMDA TIDAK TERLALU BANYAK SIMPAN UANG DI BANK
- 14/09/26 - 14:15MAS : PENERBITAN OBLIGASI SINGAPURA CATAT REKOR DI 2025
- 14/09/26 - 14:01CHINA NAIKKAN HARGA BENSIN DAN SOLAR
- 14/09/26 - 13:50PURBAYA SIAPKAN Rp31,1 TRILIUN UNTUK PEMBIAYAAN PENGALIHAN STATUS PPPK
- 14/09/26 - 13:40KEMENTERIAN UMKM SIAP FASILITASI PENGUSAHA LAUNDRY AKSES KUR
- 14/09/26 - 13:31ESDM PERKUAT NZMATES UNTUK ENERGI TERBARUKAN DI MALUKU
- 14/09/26 - 13:23BPS : HARGA DAGING AYAM, TELUR HINGGA BERAS ALAMI KENAIKAN
POLL HARI INIBesok IHSG menurut kamu?
0 suara hari ini
MARKET NEWS
MAS : PENERBITAN OBLIGASI SINGAPURA CATAT REKOR DI 2025.
IQPlus, (14/9) - Penerbitan obligasi pasar Singapura melonjak 21,8 persen secara tahunan menjadi rekor US$95 miliar pada tahun 2025, didorong oleh kebutuhan refinancing dan permintaan regional akan modal untuk kecerdasan buatan, teknologi, dan infrastruktur.Angka tersebut, yang mencakup obligasi jangka panjang dalam dolar Singapura dan non-dolar Singapura, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$77 miliar yang ditetapkan pada tahun 2023, kata Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada hari Senin (14 September), dalam pembaruan tahunannya tentang pasar utang korporasi.
Peningkatan ini terjadi seiring dengan kenaikan penerbitan obligasi global sebesar 7,7 persen menjadi US$9,8 triliun pada tahun 2025, "didukung oleh kondisi pendanaan yang membaik di tengah pelonggaran kebijakan moneter," kata MAS.
Penerbitan obligasi G3 Asia di luar Jepang yang merujuk pada obligasi yang didenominasikan dalam tiga mata uang global utama, yaitu dolar AS, euro, dan yen tumbuh 12,1 persen menjadi US$252 miliar, dengan Asia Tenggara termasuk di antara pasar yang tumbuh paling cepat di kawasan ini.
Di pasar utang Singapura yang lebih luas, penerbitan baru meningkat 10 persen menjadi S$339 miliar pada tahun 2025, dari S$308 miliar setahun sebelumnya. Total utang yang beredar yang diatur oleh lembaga keuangan di Singapura meningkat 6,8 persen menjadi S$659 miliar.
Dolar AS tetap menjadi mata uang dominan, menyumbang 65,6 persen dari penerbitan, sementara dolar Singapura menyumbang 21,4 persen. Euro dan poundsterling masing-masing menyumbang 3,9 persen dan 2,8 persen.
Lembaga keuangan tetap menjadi penerbit terbesar di pasar dolar Singapura dan pasar mata uang asing, meskipun pangsa mereka sedikit berkurang karena semakin banyak perusahaan yang memasuki pasar tersebut.
Di pasar dolar Singapura, lembaga keuangan menyumbang 64,9 persen dari penerbitan pada tahun 2025. Perusahaan properti menyumbang 10,3 persen, badan usaha milik negara 9,6 persen, badan usaha khusus korporasi 9,4 persen, dan perusahaan lain 5,8 persen.
MAS menyatakan bahwa penerbitan dolar Singapura meningkat di seluruh lembaga keuangan dan perusahaan, dengan pendatang baru dari sektor-sektor termasuk infrastruktur digital, modal swasta, dan keuangan konsumen yang berkontribusi pada "basis penerbit yang lebih beragam".
Penerbit obligasi perdana termasuk Equinix Asia Financing, Wee Hur, dan IReit Global. Lembaga keuangan meningkatkan penerbitan obligasi dalam mata uang dolar Singapura sebesar S$10,8 miliar dari tahun sebelumnya, sementara penerbitan obligasi korporasi meningkat sebesar S$6,6 miliar, didukung oleh suku bunga yang lebih rendah dan spread yang lebih ketat.
Singapura juga terus berfungsi sebagai pusat pendanaan untuk penerbitan mata uang asing, kata MAS, menunjuk pada penerbitan obligasi Seagate senilai US$3,2 miliar dan kesepakatan Foxconn Singapore senilai 650 juta euro (US$750,9 juta) sebagai contoh.
Lembaga keuangan termasuk DBS dan Nomura memanfaatkan pasar multi-mata uang Singapura dalam berbagai mata uang mulai dari dolar Australia dan euro hingga poundsterling, dolar Hong Kong, yen, dan dolar AS, kata regulator tersebut. (end/bussinesstimes.com)
POLL HARI INITertarik berlangganan IQPlus?
0 suara hari ini
MARKET SUMMARY
last updated : 2026-09-14 15:03:00
more
last updated : 2026-09-14 15:12:00
more
last updated : 2026-09-14 15:12:00
more
last updated : 2026-09-14 15:12:00
more

