MARKET NEWS
- 14/09/26 - 14:56TRUMP DESAK UKRAINA BERHENTI "HANCURKAN" KILANG MINYAK RUSIA
- 14/09/26 - 14:50PERTAMINA TAMBAH SPBU MODULAR DI CPI UNTUK URAI ANTREAN BBM MAKASSAR
- 14/09/26 - 14:28KEMENDAG : DISTRIBUSI MINYAKITA KE INDONESIA TIMUR JADI FOKUS UTAMA
- 14/09/26 - 14:19PURBAYA MINTA PEMDA TIDAK TERLALU BANYAK SIMPAN UANG DI BANK
- 14/09/26 - 14:15MAS : PENERBITAN OBLIGASI SINGAPURA CATAT REKOR DI 2025
- 14/09/26 - 14:01CHINA NAIKKAN HARGA BENSIN DAN SOLAR
- 14/09/26 - 13:50PURBAYA SIAPKAN Rp31,1 TRILIUN UNTUK PEMBIAYAAN PENGALIHAN STATUS PPPK
- 14/09/26 - 13:40KEMENTERIAN UMKM SIAP FASILITASI PENGUSAHA LAUNDRY AKSES KUR
- 14/09/26 - 13:31ESDM PERKUAT NZMATES UNTUK ENERGI TERBARUKAN DI MALUKU
- 14/09/26 - 13:23BPS : HARGA DAGING AYAM, TELUR HINGGA BERAS ALAMI KENAIKAN
POLL HARI INIBesok IHSG menurut kamu?
0 suara hari ini
MARKET NEWS
PURBAYA MINTA PEMDA TIDAK TERLALU BANYAK SIMPAN UANG DI BANK.
IQPlus, (14/9) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah (Pemda) agar tidak terlalu banyak menyimpan dana di bank agar anggaran tersebut bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat.Sebab menurut dia, penggunaan anggaran daerah perlu dioptimalkan sehingga setiap rupiah yang disalurkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian.
"Tapi tolong dipesankan ke daerah, jangan kebanyakan menaruh uang di perbankan karena dampak ke ekonominya menjadi tidak terlalu terasa," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin.
Ia menekankan pemda perlu mempercepat eksekusi anggaran agar dana yang tersedia dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah.
"Harusnya mereka optimalkan uangnya. Setiap rupiah yang kita salurkan ke daerah dampaknya optimal ke perekonomian," kata dia.
Purbaya menyampaikan kondisi keuangan daerah hingga 31 Agustus 2026 relatif cukup baik, dengan dana yang tersimpan mencapai Rp195,2 triliun.
Meski demikian, kondisi itu perlu diikuti dengan percepatan realisasi anggaran agar dana daerah bisa memberikan manfaat optimal bagi kualitas layanan publik.
Sementara itu, Purbaya menyampaikan alokasi TKD pada 2027 meningkat Rp42 triliun atau 6,06 persen dibandingkan pagu awal 2026. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan pada 2027 mencapai Rp735 triliun, naik dibandingkan Rp696,89 triliun pada 2026.
Ia menuturkan transfer ke daerah terus mengalami peningkatan. Selain melalui TKD, belanja pemerintah pusat yang manfaatnya dirasakan masyarakat di daerah juga meningkat.
"Belanja pusat yang menikmati masyarakat di daerah mengalami peningkatan menjadi Rp1.445 triliun atau naik sebesar Rp85 triliun. Tahun lalu dana itu hanya sekitar Rp1.300 triliun. Jadi ketika tahun lalu belanja atau belanja ke daerah dikurangi Rp200 triliun, sebenarnya belanja pusat yang menikmati daerah naik Rp400 triliun," jelas Purbaya.
"Tahun ini dinaikkan lagi sebesar Rp85 triliun. Jadi secara total nett-nya sebetulnya uang yang dibelanjakan di daerah tidak pernah berkurang," tambah dia. (end/ant)
POLL HARI INITertarik berlangganan IQPlus?
0 suara hari ini
MARKET SUMMARY
last updated : 2026-09-14 15:02:00
more
last updated : 2026-09-14 15:12:00
more
last updated : 2026-09-14 15:12:00
more
last updated : 2026-09-14 15:12:00
more

